Blog

BAGIKAN

Memahami Program Pengembangan SDM, Kunci Kemajuan Bisnis

SDM

Sebuah perusahaan atau organisasi pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. Tujuan tersebut dapat dicapai salah satunya dengan bantuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. Kesuksesan perusahaan atau organisasi tentu bergantung pada kinerja para karyawan Untuk itu perusahaan atau organisasi perlu memandang pelatihan dan pengembangan SDM adalah bagian yang penting bagi kemajuan perusahaan atau organisasi. Memberikan pelatihan kepada karyawan akan membentuk pengetahuan dan mempertajam keterampilan mereka.

Definisi Pengembangan Bagi SDM

Menurut Harris dan Desimone, 1998: 2, Pengembangan SDM adalah seperangkat aktivitas yang sistematis dan terencana yang dirancang dalam memfasilitasi para pegawainya dengan kecakapan yang dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan pekerjaan, baik saat ini maupun masa yang akan datang.

Menurut Gouzali Pengembangan SDM merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan organisasi, agar pengetahuan (knowledge), kemampuan (ability), dan keterampilan (skill) mereka sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang mereka lakukan.

Sedangkan menurut Armstrong, 1997: 504 Pengembangan SDM berkaitan dengan tersedianya kesempatan dan pengembangan belajar, membuat program-program training yang meliputi perencanaan, penyelenggaraan, dan evaluasi atas program-program tersebut. 

Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa Pengembangan SDM adalah penyelenggaraan program yang dibuat secara sistematis dan terstruktur untuk menunjang pengetahuan dan keahlian para karyawan.

SDM

Tujuan Program Pengembangan SDM

Menurut Tohardi, 2008: 70 tujuan diadakannya program pengembangan bagi SDM meliputi: 

  1. Produktivitas. Dengan pengembangan, produktivitas kerja karyawan akan meningkat, kualitas dan kuantitas produksi akan semakin baik, karena technical skill, human skill dan managerial skill karyawan akan semakin baik. 
  2. Efisiensi. Pengembangan karyawan untuk meningkatkan efisiensi sumber daya manusia, waktu, bahan baku dan mengurangi ausnya mesin-mesin. Pemborosan berkurang, biaya produksi relatif kecil sehingga daya saing perusahaan semakin kecil. 
  3. Kerusakan. Pengembangan karyawan bertujuan untuk mengurangi kerusakan barang, produksi dan mesin-mesin karena karyawan semakin ahli dan terampil dalam melaksanakan pekerjaannya. 
  4. Kecelakaan. Pengembangan bertujuan untuk mengurangi tingkat kecelakaan karyawan, sehingga jumlah biaya pengobatan yang keluarkan perusahaan berkurang. 
  5. Pelayanan. Pengembangan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik dari karyawan kepada nasabah perusahaan, karena pemberian pelayanan yang lebih baik merupakan daya tarik yang sangat penting bagi rekanan rekanan perusahaan bersangkutan. 
  6. Moral. Dengan pengembangan, moral karyawan akan lebih baik karena keahlian dan keterampilannya sesuai dengan pekerjaannya sehingga merek antusias menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. 
  7. Karier. Dengan pengembangan, kesempatan untuk meningkatkan karir karyawan semakin besar, karena keahlian, keterampilan dan prestasi kerjanya lebih baik, promosi ilmiah biasanya didasarkan kepada keahlian dan prestasi kerja seseorang. 
  8. Konseptual. Dengan pengembangan, manajer akan semakin cakap dan cepat dalam mengambil keputusan yang lebih baik, karena technical skill, human skill dan managerial skill nya lebih baik. 
  9. Kepemimpinan. Dengan pengembangan, kepemimpinan seorang manajer akan lebih baik, human relations nya lebih luas, motivasi lebih terarah sehingga pembinaan kerja sama vertikal dan horizontal semakin harmonis.
  10. Balas Jasa. Dengan pengembangan, balas jasa (gaji, upah, insentif dan benefit) karyawan akan meningkat karena prestasi kerja mereka semakin besar. 
  11. Konsumen. Pengembangan karyawan akan memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat konsumen karena mereka akan memperoleh barang atau pelayanan yang lebih bermutu.

Manfaat Program Pengembangan SDM

Menurut Siagian, 2009: 184 manfaat dari mengadakan program pegembangan SDM bagi organisasi adalah:

1) Peningkatan produktivitas kerja organisasi. 

2) Terwujudnya hubungan yang baik antara atasan dan bawahan. 

3) Terjadinya proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat karena melibatkan melibatkan para pegawai yang bertanggung jawab menyelenggarakan kegiatan-kegiatan operasional dan tidak sekedar diperintahkan oleh manajer. 

4) Meningkatkan semangat kerja seluruh karyawan dengan komitmen organisasional yang lebih tinggi. 

5) Mendorong sikap keterbukaan manajemen melalui penerapan gaya manajerial yang partisipatif. 

6) Memperlancar jalannya komunikasi yang efektif. 

7) Penyelesaian konflik secara fungsional.

Sedangkan manfaat program pengembangan SDM bagi karyawan adalah:

1) Membantu para pegawai membuat keputusan dengan lebih baik. 

2) Meningkatkan kemampuan para pekerja. 

3) Terjadinya internalisasi dan operasionalisasi faktor-faktor motivasional. 

4) Timbulnya dorongan dalam diri para pekerja untuk terus meningkatkan kemampuan kerjanya. 

5) Peningkatan kemampuan pegawai untuk mengatasi stres, frustasi dan konflik. 

6) Tersedia berbagai informasi tentang berbagai program yang dapat dimanfaatkan oleh karyawan. 

7) Meningkatkan kepuasan kerja. 

8) Semakin besarnya pengakuan dan kemampuan seseorang. 

9) Semakin besarnya tekad pekerja untuk lebih mandiri. 

10) Mengurangi ketakutan menghadapi tugas-tugas baru.

SDM

Tahap Pelaksanaan Program Pengembangan SDM

Umumnya ada tiga tahapan yang harus dilakukan untuk melaksanakan program pengembangan SDM, tahapan tersebut yaitu:

  1. Perencanaan

Pada tahap perencanaan, organisasi harus menetapkan sasaran dari program pengembangan SDM, serta memastikan bahwa materi yang akan diberikan kepada karyawan memanglah yang mereka butuhkan. Perencanaan lain yang harus dilakukan adalah menentukan waktu dan tempat dilaksanakannya kegiatan,

  1. Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan, organisasi melaksanakan kegiatan pelatihan yang telah direncanakan sebelumnya.

  1. Evaluasi

Evaluasi dilakukan untuk meninjau proses pelatihan dan memberi penilaian atas hasil dari pelatihan serta dampak apa yang telah diterima karyawan.
Metode Program Pengembangan SDM

Ada dua metode yang dapat diaplikasikan organisasi untuk melakukan program pengembangan karyawannya yaitu metode training atau pelatihan dan metode education atau pendidikan.

  1. Metode training atau latihan

Menentukan metode training harus berdasarkan kepada kebutuhan pekerjaan yang meliputi beberapa faktor seperti waktu, biaya, jumlah peserta, tingkat pendidikan peserta, latar belakang peserta, dan lainnya. Contoh metode latihan yaitu:

  1. On the Job, yaitu para peserta berlatih langsung ditempat diawasi atau dibimbing seorang pengawas untuk meniru satu pekerjaan.
  2. Vestibule, pelatihan ini biasa dilaksanakan oleh industri yang ingin mengenalkan para karyawan bagaimana mengerjakan suatu pekerjaan.
  3. Demonstration and example, adalah metode pelatihan yang dilakukan dengan cara mendemonstrasikan atau melalui peragaan.
  4. Simulation, merupakan situasi atau kejadian yang ditampilkan semirip mungkin dengan situasi yang sebenarnya atau hanya merupakan tiruan saja.
  5. Apprenticeship, adalah suatu cara untuk mengembangkan keahlian pertukangan sehingga para karyawan yang bersangkutan dapat mempelajari segala aspek dari pekerjaannya.
  6. Classroom methods, merupakan metode pertemuan dalam kelas meliputi lecture (pengajaran), conference (rapat), programmed instruction, metode studi kasus, role playing, metode diskusi, dan metode seminar.
  1. Metode education atau pendidikan

Metode pendidikan dilakukan untuk meningkatkan keahlian dan kecakapan manajer ketika memimpin karyawan secara efektif, contoh metode pendidikan diantaranya:

  1. Training methods, merupakan metode yang dilakukan di dalam kelas.
  2. Under studies, merupakan metode pendidikan yang dilakukan dengan melakukan praktek langsung bagi karyawan yang sedang dipersiapkan untuk menggantikan jabatan atasan.
  3. Job rotation and planned progression, adalah teknik pendidikan yang dilakukan dengan memindahkan peserta dari suatu jabatan ke jabatan lainnya secara periodik. 
  4. Coaching- counseling. Coaching adalah suatu metode pendidikan dengan cara atasan mengajarkan keahlian dan keterampilan kerja kepada bawahannya.Counseling adalah suatu cara pendidikan dengan melakukan diskusi antara pekerja dan manajer mengenai hal-hal yang sifatnya pribadi, seperti keinginannya, ketakutanku, dan aspirasinya. 
  5. Junior board of executive or multiple management, merupakan suatu komite penasehat tetap yang terdiri dari calon-calon manajer yang ikut memikirkan atau memecahkan masalah-masalah perusahaan untuk kemudian direkomendasikan kepada manajer lini (Top Management).
  6. Committee assignment, yaitu komite yang dibentuk untuk menyelidiki, mempertimbangkan, menganalisis dan melaporkan suatu masalah kepada pimpinan. 
  7. Business games adalah pengembangan yang dilakukan sambil melakukan permainan untuk bersaing memecahkan masalah tertentu. Permainan disusun dengan aturan-aturan tertentu yang diperoleh dari teori ekonomi atau studi operasi-operasi bisnis. 
  8. Sensitivity training dimaksudkan untuk membantu para karyawan agar lebih mengerti tentang diri sendiri, menciptakan pengertian yang lebih mendalam di antara para karyawan, dan mengembangkan keahlian setiap karyawan yang spesifik. 
  9. Other development method, metode lain ini digunakan untuk tujuan pendidikan terhadap manajer.

Sumber: cpssoft.com