Blog

BAGIKAN

Meningkatkan Kompetensi Pencari Kerja Melalui Program Pelatihan Kerja yang Efektif

Program Pelatihan KerjaSumber daya manusia (SDM) memegang peran penting dalam menjamin kesuksesan program pelatihan kerja. Hal ini akan memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan kualitas SDM yang pada gilirannya akan mempengaruhi peningkatan kompetensi pencari kerja. Pelatihan adalah proses yang meliputi serangkaian tindakan yang bertujuan meningkatkan kemampuan kerja peserta dalam bidang pekerjaan tertentu untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas dalam suatu organisasi.

Peningkatan kualitas SDM dapat dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan di tempat kerja. Pelatihan merupakan jalur peningkatan kualitas SDM yang lebih menekankan pada pembentukan dan pengembangan profesionalisme atau kompetensi kerja. Program pelatihan kerja merupakan salah satu strategi pengembangan SDM yang bertujuan mempersiapkan peserta mencari pekerjaan dan meningkatkan kompetensinya.

Program pelatihan Kerja

Pelatihan adalah suatu proses pembinaan dan pendidikan yang dilakukan secara terus menerus, dan bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia di dalam suatu organisasi. Proses pelatihan ini dilakukan secara terarah, bertahap, dan terpadu, tujuannya untuk mencapai target yang telah ditentukan terkait dengan pencapaian tujuan organisasi. 

Pelatihan kerja diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan, seperti pencari kerja yang belum memiliki pengalaman kerja, pekerja yang perlu meningkatkan keterampilan mereka, dan orang-orang yang ingin beralih ke profesi yang berbeda. Pelatihan kerja sangat penting ketika ada kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja dan keterampilan yang dimiliki, tanpa memandang pendidikan terakhir yang dimiliki seseorang. Undang-Undang Ketenagakerjaan RI No. 13 Tahun 2003 secara tegas mengatur tentang pelatihan kerja.

Pelatihan dan pengembangan merupakan hal yang sama pentingnya bagi pekerja dan pemberi kerja. Kunci keberhasilan dalam mengembangkan program pelatihan di dalam organisasi terletak pada perencanaan dan strategi pelatihan. Perencanaan dan strategi pelatihan melibatkan empat langkah, yaitu penilaian kebutuhan, penciptaan sasaran dan ukuran, merancang dan menyelenggarakan pelatihan, serta evaluasi. Penilaian kebutuhan pelatihan dilakukan melalui tiga tingkat analisis, yaitu organisasional, tugas, dan individual. 

Sasaran untuk aktivitas pelatihan harus dikembangkan setelah penilaian kebutuhan pelatihan dilakukan, dengan deskripsi yang spesifik dan terukur. Langkah selanjutnya adalah merancang dan menyelenggarakan pelatihan itu sendiri, dengan mempertimbangkan dua hal penting sebelumnya.

Program Pelatihan Kerja

Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas

Standarisasi dan sertifikat kompetensi merupakan alat penting dalam mengendalikan kualitas sumber daya manusia, khususnya yang telah mengikuti pelatihan. Lembaga yang bertanggung jawab untuk menangani standarisasi dan sertifikasi harus independen, sehingga dapat mewakili keinginan tenaga kerja. Stakelhoder lembaga tersebut haruslah profesional dan berpengalaman di bidangnya, serta bertanggung jawab atas pengembangan standar kompetensi pada sektor yang bersangkutan. Standar kompetensi nasional yang telah diakui oleh semua sektor harus dijadikan acuan dalam pengembangan program pelatihan di berbagai sektor.

Tenaga kerja Indonesia juga harus memenuhi standar kualifikasi nasional melalui sertifikasi kompetensi. Beberapa kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas antara lain adalah: 

  1. Peningkatan dan pengembangan pendidikan dan keterampilan bagi pencari kerja
  2. Peningkatan dan pengembangan pemagangan tenaga kerja
  3. Peningkatan kualitas dan kuantitas instruktur/pelatih
  4. Pembangunan Balai Latihan Kerja dan Balai Pengembangan Produktivitas (BPP) daerah

Beberapa kompetensi yang mencerminkan kemampuan yang perlu dimiliki oleh pekerja antara lain adalah fleksibilitas, motivasi mencari informasi dan kemampuan belajar, motivasi berprestasi, motivasi kerja dalam tekanan waktu, kesediaan bekerja sama, dan orientasi pada pelayanan pelanggan. Evaluasi program pelatihan dan pengembangan juga penting dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan program, menentukan apakah program sesuai dengan tujuan, serta untuk membuat keputusan, menyusun kebijakan, dan menyusun program selanjutnya.

Bagi mereka yang tertarik untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan kerja, Program Pelatihan Kerja di IDS merupakan pilihan yang tepat. Dengan mengikuti program ini, peserta akan mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional, serta dibimbing oleh instruktur dan pelatih yang berpengalaman di industri.

Segera bergabung dalam program pelatihan kerja di IDS dan raih kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan memperoleh sertifikasi kompetensi yang dapat meningkatkan peluang karier di masa depan. Jangan lewatkan kesempatan ini, segera kunjungi website resmi IDS untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran.