Blog

Apa itu Motion Capture yang Digunakan dalam Produksi Film

Motion Capture

Kalau kamu pernah menonton behind the scene dari film-film hasil produksi Disney Studio, Marvel Cinematic universe, ataupun DC Universe, pasti kamu pernah melihat sebuah pakaian aneh yang kadang terlihat seperti melingkupi tubuh sang aktor sepenuhnya.

Pada pakaian tersebut, terdapat titik poin yang tersebar di beberapa tempat. Poin tersebut berupa kurva-kurva, lampu dan helm khusus.  Pakaian tersebut disebut dengan Motion Capture Suit terkadang juga disebut dengan Mocap. Bentuk Motion Capture Suit dapat berbeda, namun memiliki kegunaan yang sama.

Kamu bisa melihat Motion Capture tersebut seperti yang digunakan oleh Thanos dalam serial film Avenger, Caesar dalam Trilogi Planet of the Apes, Neytiri dalam Avatar, atau Gollum dalam Trilogi The Lord of The Rings. 

Nah, kira-kira apa sih yang dimaksud dengan motion capture? Bagaimana cara kerjanya? Hingga contoh Motion Capture Suit.

Pengertian Motion Capture

Mocap dapat melacak berbagai jenis gerakan seperti ekspresi wajah dan gerakan tubuh dengan sangat jelas. Semua aksi dari aktor nantinya akan dikonversikan secara otomatis dalam bentuk animasi 3D yang muncul dalam komputer. 

Pakaian mocap termasuk juga topi, sarung tangan, sepatu, dan penandaan yang dapat direkatkan atau ditempel pada pakaian mocap. 

Mocap dapat digunakan untuk membuat film animasi, namun penggunaanya lebih populer dalam produksi film live action.

Motion Capture

Cara Kerja Motion Capture

Pada produksi film mocap berguna untuk merekam gerakan aktor dan menggunakan informasi tersebut untuk menganimasikannya menjadi model animasi komputer. 

Motion capture hanya merekam gerakan-gerakan aktor termasuk wajah jari jemari, hingga merekam ekspresi aktor, dan bukan merekam keseluruhan penampilan visualnya. Kegiatan ini disebut juga sebagai performance capture.

Dalam gerakan optik mocap, kamera inframerah menangkap cahaya yang dipantulkan kembali dari penanda reflektif retro pada pakaian. Sistem “Active” memungkinkan kamera selaras pada lampu penanda pada setelan mocap. Setiap kamera akan melihat penanda melalui sudut pandang 2D, dan ketika semua berkas 2D tersebut direkonstruksi bersama data tersebut dipetakan menjadi model 3D agar model tersebut menunjukkan gerakan yang sama seperti yang aktor lakukan. 

Secara umum, ada empat teknik yang biasa diterapkan dalam produksi animasi Mocap, yaitu:

  1. Optical Passive

Optical passive atau teknik optik pasif dilakukan dengan cara memberikan penanda retroreflektif yang dilekatkan pada tubuh aktor. Penanda tersebut kemudian memancarkan cahaya yang dapat ditangkap lensa kamera. Setelah cahaya ditangkap kamera barulah digunakan untuk mengkalkulasikan posisi objek. Posisi ini kemudian direkam dan dikonversikan ke dalam ruang tiga dimensi.

  1. Optical Active

Cara yang kedua sebenarnya tidak jauh berbeda dengan cara yang pertama, hanya saja penanda memancarkan cahaya dan bukan memantulkannya. Ketika menggunakan teknik optical active dibutuhkan sumber cahaya dan tenaga agar gerakan dapat terekam dengan jelas.

  1. Marker-less

Marker-less merupakan teknik mocap yang tidak menggunakan penanda apapun. Teknik ini bergantung pada kamera yang peka terhadap kedalaman objek dan perangkat lunak khusus untuk melacak dan merekam aktor serta objek yang bergerak. 

  1. Inertial

Teknik ini menggunakan IMU yang merupakan unit pengukuran inersia sebagai perekam gerakan, sehingga tidak memerlukan kamera. IMU tersebut berisi sensor yang mengukur tingkat rotasi, umumnya sensor yang paling umum digunakan pada IMU adalah giroskop, magnetometer, dan akselerometer.

Motion Capture

Perusahaan Pengembang Motion Capture

  1. Tesla Suit

Seperti namanya Tesla Suit diproduksi oleh perusahaan milik Elon Musk, setelan Mocap ala Tesla menggunakan stimulasi listrik neuromuskular atau neuromuscular electrical stimulation (NMES).

Kelebihan dari NMES adalah setelannya yang nyaman membuat pemakainya dapat meningkatkan sensasi sentuhan sekaligus memberikan kehangatan.

  1. PrioVR

PrioVR memiliki Mocap Suit yang terdiri dari tiga model, yaitu:

  • Core yang memiliki 8 sensor pelacakan tubuh khusus yang tersebar dari leher hingga kepala.
  • Lite yang memiliki 12 sensor untuk melacak seluruh anggota tubuh seperti tangan, kepala, kaki, dan lainnya.
  • Pro yang memiliki 17 sensor yang digunakan untuk meningkatkan pelacakan lebih presisi pada bagian kaki, bahu, dan juga pinggul.
  1. Smartsuit Pro

Smart Suit Pro dikembangkan oleh Rokoko, perusahaan asal Denmark. Setelan ini memiliki 19 sensor IMU-9 derajat, yang lebih sering disebut dengan nama 9-DoF. Kelebihan dari Mocap Suit ini adalah data gerakan dapat ditransfer tanpa menggunakan kabel karena sudah mendukung transmisi memakai WiFi.

  1. Xsens

Pada 2016, GDC mengumumkan jika Xsens berintegrasi dengan Unreal Engine 4. Sehubungan dengan hal tersebut, Xsens melakukan kolaborasi dengan perusahaan asal Belanda, Manus VR untuk menampilkan pengalaman VR yang imersif.

  1. Holosuit

Holosuit hadir dengan setelan seluruh tubuh dan juga dapat digunakan secara terpisah, mulai dari sarung tangan, jaket, atau celana. Pada setelan yang satu ini, Holosuit memiliki sistem pengendali jarak jauh untuk tubuh dengan umpan balic haptic sehingga perekamana lebih atraktif.

  1. G5 Mocapsuit

G5 Mocapsuit yang diproduksi oleh AiQ Synertial menyediakan 17 sensor IMU sebagai basis sistem penangkap gerak. Pada tahun 2018, Synertial bermitra dengan “AiQ Smart Clothing” asal Taiwan untuk mengintegrasikan teknologi kain terbaru yang berusaha mengurangi sejumlah besar artefak sensor.

Itulah motion capture yang harus dilakukan pada proses produksi film animasi. Tertarik untuk lebih mendalami dunia animasi? Kamu bisa belajar di sekolah animasi International Design School. Disana kamu bisa mengambil program Digital Animation & Games untuk belajar soal aspek dan teknis dalam proses pembuatan animasi 3D mulai dari konsep gambar, modelling, hingga menghasilkan karya animasi berstandar internasional.

JOIN NOW!