Blog

BAGIKAN

Pentingnya Memiliki Design Thinking

Design Thinking

Design thinking adalah sebuah metode penyelesaian masalah dengan cara yang kreatif dan inovatif. Memiliki design thinking ini sangat penting untuk menunjang kreativitas dan kemampuan seseorang dalam menjalankan pekerjaannya.

Dalam konteks ini, seseorang akan diajarkan untuk menyelesaikan masalah dengan mengetahui sumber masalah yang sebenarnya. Dengan demikian maka, seseorang akan memiliki solusi atas persoalan yang dihadapi dengan cara yang kreatif dan inovatif.

Pengertian Design Thinking

Design thinking adalah proses yang berulang ketika seseorang berusaha memahami pengguna, menantang asumsi, dan mendefinisikan kembali masalah dalam upaya untuk mengidentifikasi strategi dan solusi alternatif terhadap sebuah masalah. Design thinking menyediakan pendekatan berbasis solusi untuk menyelesaikan masalah.

Design thinking meliputi proses-proses seperti analisis konteks, penemuan dan pembingkaian masalah, pembuatan ide dan solusi, berpikir kreatif, membuat sketsa dan menggambar, membuat model dan membuat prototipe, menguji dan mengevaluasi.

Pola pemecahan masalah semacam ini memberikan ruang bagi seseorang untuk gagal dan belajar dari kegagalan. Oleh karena itu, seseorang harus bisa memperbaikinya. Pemikiran seperti ini juga dikaitkan dengan resep untuk inovasi produk dan layanan dalam konteks bisnis dan sosial.

C Menciptakan banyak ide dan mengadopsi pendekatan langsung dalam pembuatan prototype dan testing.

Design Thinking

Tahapan dalam Proses Design Thinking

1. Empathise

Tahapan proses design thinking pertama adalah empathise. Tahapan ini dilakukan untuk mendapatkan pemahaman empatik tentang masalah yang sedang dicoba untuk diselesaikan. Pada tahap ini biasanya akan melibatkan banyak ahli konsultasi untuk mencari lebih banyak bidang yang menjadi perhatian.

Tahap ini dilakukan dengan cara pengamatan, terlibat, dan empati dengan orang-orang untuk memahami pengalaman dan motivasi mereka. Dengan demikian maka akan memperoleh pemahaman pribadi yang lebih jelas.

2. Define

Pada tahap ini, kamu akan mengumpulkan informasi yang telah dibuat selama tahap pertama. Selanjutnya dilakukan analisis pengamatan dan menentukan masalah inti yang telah diidentifikasi. Kamu harus berusaha mengidentifikasi masalah yang menitik beratkan pada sisi manusianya.

Tahapan ini akan membantu para designer untuk membuat tim dalam mengumpulkan ide-ide. Ide itu kemudian bisa dipakai untuk membangun fitur, fungsi, dan elemen lainnya yang memungkinkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri.

3. Ideate

Tahap ketiga dalam prosesnya adalah ideate. Tahapan ini merupakan tahap yang menyatakan bahwa seorang designer sudah siap untuk mulai menghasilkan ide. Ketika kamu sudah bisa memahami pengguna dan kebutuhan mereka dan kemudian menganalisisnya, maka kamu sudah siap untuk menghadirkan solusi baru dalam masalah tersebut.

Kamu juga bisa menggunakan berbagai macam teknik penyelesaian masalah untuk mendapatkan sebanyak mungkin ide atau solusi dari sebuah masalah. Kamu juga perlu memilih beberapa teknik ideation lainnya untuk menyelidiki dan menguji ide-ide kamu. Hal itu dilakukan agar dapat menemukan cara yang terbaik dalam menemukan masalah.

4. Prototype

Selanjutnya, tahapannya adalah menghasilkan sejumlah produk dengan varian yang disesuaikan dengan ide dari pemecahan masalah tersebut. Prototype bisa dibagikan dan diuji dalam sebuah tim, di departemen lain, atau pada sekelompok kecil orang di luar tim design.

Pada fase ini adalah fase eksperimental. Tujuannya untuk mengidentifikasi solusi terbaik dari setiap masalah yang sudah diketahui sebelumnya. Pada akhir tahap ini kamu akan memiliki gagasan yang lebih baik tentang kendala yang melekat pada produk dan masalah yang ada.

5. Test

Pada tahap terakhir dalam proses design thinking desainer menguji produk lengkap secara ketat berbekal solusi yang sudah diidentifikasi selama fase prototyping. Tahap ini akan terjadi banyak perubahan dan penyempurnaan untuk memperdalam pemahaman sedalam mungkin tentang produk dan penggunanya.

Hasil dari fase ini akan digunakan untuk mendefinisikan kembali satu atau lebih masalah dan menginformasikan pemahaman pengguna, kondisi penggunaan, bagaimana orang berpikir, berperilaku, dan merasakan, serta berempati.

Oleh karena itu memiliki design thinking ini sangatlah penting bagi setiap orang. Pasalnya, dalam memecahkan masalah, seseorang perlu mengidentifikasi lebih dalam dan melalui berbagai tahapan untuk mendapatkan solusi yang terbaik.

Nah itulah pengertian tentang design thinking serta prosesnya. Mau belajar lebih dalam mengenai desain thinking? IDS | International Design School menyediakan  Sekolah Desain.  Kamu juga bisa dapat gelar bachelor dari Universitas ternama di luar negeri.

Sumber: Pentingnya Memiliki Design Thinking