Blog

BAGIKAN

Sama-sama Mengandalkan Suara, Inilah Perbedaan Voice Over dan Dubbing

beda vo dan dubbing

Kita tentu tidak asing mendengar istilah voice over dan dubbing. Kedua pekerjaan ini sama-sama mengandalkan suara dalam bekerja, namun nyatanya mereka bukanlah sinonim atau persamaan kata. Voice over dan dubbing merupakan dua pekerjaan yang berbeda. Lantas apakah perbedaan voice over dan dubbing?

Voice Over

Pengertian Voice Over

voice over adalah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, voice over adalah suara latar. Secara harfiah, pengertian voice over merupakan proses membaca naskah atau narasi yang diperuntukkan pada bidang komersial. Umumnya ditemukan pada klip dokumenter, video profil perusahaan, iklan (TV, radio, digital), layanan pengumuman publik dan lain-lain.

Voice over merupakan teknik produksi audio dimana suara direkam untuk penggunaan video dan narator tidak tampil dilayar. Pekerjaan ini juga merupakan produk turunan dari broadcasting, sehingga cara pengambilan dan produksi selalu menggunakan item-item komunikasi.

Tujuan

tujuan voice over

  • Menyampaikan Informasi

Voice over artist akan diminta membacakan naskah untuk bisa direkam. Adapun isi audio tersebut ditujukan untuk memberikan informasi tambahan kepada khalayak yang tidak terungkap melalui visual.

  • Menyampaikan Pesan

Setiap voice over memiliki pesan yang berbeda, tergantung dari tujuan dan video yang mengikutinya. Contoh narasi voice over pengumuman layanan publik, pesan yang ingin disampaikan menyentuh emosional audiens. Sementara itu, voice over untuk iklan lebih menjelaskan produk tersebut.

  • Menyusun Suara

 Pada beberapa kasus, voice over terkadang diminta untuk menambahkan suara khusus saat pembacaan naskah. Misalnya pada bidang komersial, suara unik yang digunakan adalah untuk membantu branding produk atau yang diiklankan. Lain halnya pada karya fiksi, suara unik digunakan untuk penciptaan jenis karakter.

Dubbing

Pengertian Dubbing

dubbing adalah

Dubbing adalah proses pengisian suara-suara yang biasanya digunakan untuk pergantian Bahasa (replacement language) ke Bahasa lokal sesuai dengan target pasar yang diinginkan oleh perusahaan. Contoh produk-produk yang membutuhkan dubbing adalah iklan, opera sabun/telenovela, animasi dan lain-lain.

Bersamaan dengan voice over sebelum proses rekaman suara, orang yang nantinya akan melakukan dubbing (dubber) nantinya akan diberikan naskah yang akan dibacakan. Hanya saja, pekerjaan ini akan disibukkan dengan lip sync dan time code sync. Lip sync adalah menyamakan teks yang dibaca oleh dubber dengan gerakan bibir aktor yang terdapat dalam video. Sedangkan, timecode sync adalah menyamakan durasi bacaan yang dibacakan oleh dubbing dengan audio aslinya.

Tujuan

tujuan dubbing

Dubbing memiliki keunikan tersendiri dalam dunia pengisi suara. Meski bekerja dibelakang layar, para dubber juga melakukan akting demi menyamakan nada suara yang di lip sync.

Tujuan lokalisasi konten atau pergantian bahasa ini beragam. Mulai dari memperluas konten ke berbagai negara, pembelian video untuk program televisi seperti animasi dan telenovela, mempromosikan produk perusahaan secara global melalui iklan opera sabun yang telah dialih suara dan alasan lainnya.

Namun dari sekian banyak alasan diatas, terdapat satu kesamaan yaitu untuk memperluas jangkauan produk perusahaan agar lebih banyak dinikmati.

Pada umumnya, pengguna jasa dubber adalah rumah produksi, perusahaan dan televisi. Dengan tujuan mendistribusikan produk audio visual skala internasional kepada masyarakat lokal demi mendapatkan keuntungan seperti rating, menciptakan brand awareness, maupun mendapatkan engagement yang lebih tinggi.

Secara sadar atau tidak, dalam sehari-hari kita telah mengkonsumsi video yang menggunakan jasa dubbing. Setiap hari minggu ada banyak kartun yang berasal dari luar negeri telah dialih Bahasa menjadi Bahasa Indonesia, drama telenovela yang sempat booming pada masanya seperti Carita de Angel, Maria Mercedes dan lain-lain.

Dengan fungsi lokalisasi produk tersebut akan lebih dikenal dan memunculkan minat baru masyarakat secara global. Dari sisi televisi yang menyajikan akan mendapatkan keuntungan dengan menyisipkan iklan-iklan.

Perbedaan Voice Over dan Dubbing

perbedaan voice over dan dubbing

Voice over artist harus memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan melalui narasi atau naskah yang telah ditulis sedemikian rupa untuk mendapatkan engagement yang tinggi melalui suara, penekanan pada objek tertentu tanpa mempedulikan lip sync maupun time code.

Sedangkan dubbing dituntut untuk memperhatikan lip sync dan time code dengan nada suara yang digunakan sebisa mungkin sama dengan si aktor. Selain itu, naskah yang disediakan biasanya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa lokal.

Setelah kita memahami mengenai definisi dan tujuannya, dapat dilihat bahwa pekerjaan menjadi seorang voice over maupun dubbing adalah dua hal yang berbeda. Salah satu perbedaannya yaitu, dubbing memerlukan sinkronisasi dengan video/film sedangkan voice over tidak. Keduanya sama-sama bekerja dibelakang layar, namun pada proses dan tujuannya bukanlah satu kesatuan.

Sumber: inavoice.com