Blog

BAGIKAN

‘Reflect’ Film Animasi Pertama Disney dengan Karakter Plus Size

Reflect

Disney punya segudang karakter ikonik dalam film animasinya yang banyak mendulang kesuksesan, sebut saja karakter Princess Disney yang seringkali menjadi kesukaan para anak perempuan di seluruh dunia.

Ada Cinderella, Aurora, Ariel, Snow White, dan masih banyak karakter lainnya. Mereka digambarkan berwajah cantik dengan tubuh yang ramping. Itulah gambaran definisi ‘cantik’ yang diidamkan para perempuan.

Namun kali ini, Disney mendebutkan karakter bertubuh plus size pertama dalam film animasi pendek berdurasi 6 menit dengan judul ‘Reflect’.

Film pendek Reflect ini mengangkat kisah seorang penari balet bernama Bianca dalam mengatasi dismorfia tubuh dan keraguan diri yang ada pada dirinya.

Debut Bianca dengan tubuh plus size ini mendapatkan pujian dari masyarakat karena telah menyampaikan body positivity.

Film animasi Reflect merupakan episode ke-7 dalam Short Circuit Season 2 yang merupakan kumpulan seri eksperimental film dari Disney. Karakter Bianca sendiri dikenalkan oleh sutradara Reflect, Hillary Bradfield lewat akun instagramnya.

“Kami sangat bersemangat mengumumkan (Short film Reflect), merupakan hal istimewa untuk mengarahkan film pendek ini melalui program Short Circuit Disney. Kami memiliki tim yang kreatif dan menantang,” ujar Hillary.

Reflect akan menceritakan kisah Bianca, penari balet muda yang bertanding dengan refleksi atau bayangannya sendiri untuk mengatasi keraguan dan ketakutan dengan menunjukkan kekuatan yang ada dalam dirinya.

Dalam trailer film Reflect, tampak Bianca muncul di sebuah studio tari yang kosong. Dia tampil penuh percaya diri dengan gembira berlatih sendirian di dalam studio tersebut sebelum memulai kelas bersama yang lain.

Ketika orang-orang mulai berdatangan memasuki ruangan, Bianca tampak tidak nyaman dan tidak percaya diri karena hanya ia penari balet dengan tubuh plus-size di ruangan tersebut.

Kepercayaan diri Bianca makin merosot ketika instrukturnya menyebutnya sebagai si perut kencang dengan leher panjang.

Hal ini membuat Bianca terdiam hingga seluruh orang menghilang dan hanya menyisakan refleksi dirinya di cermin, berusaha berdamai dengan penampilan yang dilihatnya di dalam cermin tersebut.

Dalam refleksi cermin yang pecah, Bianca tampak tak ingin melihat dirinya. Ia cenderung takut untuk benar-benar melihat kenyataan yang ada pada penampilannya melalui cermin tersebut.

Karena tak mau berdiam diri, Bianca pun mulai menari seraya pecahan cermin tersebut bergerak dan kembali menyatu dan berubah warna.

Reflect

Pada akhirnya Bianca pun masuk ke dalam cermin tersebut dan menemukan kepercayaan dirinya yang tinggi.

Film animasi ‘Reflect’: mendapat dukungan dari fans yang merasa terhubung dengan karakter Bianca. Mereka meninggalkan beberapa komentar di berbagai sosial media terkait ‘Reflect’.

“Ini sangat menggembirakan dan saya senang Disney memutuskan untuk memasukkan karakter wanita berukuran ‘plus’,” tweet seseorang di twitter.

“Saya yang berusia 16 tahun membutuhkan Disney ini sebelum saya berhenti dari balet karena saya tidak ingin menjadi gadis gemuk di kelas lagi. Saya senang anak-anak kecil akan memiliki hal ini,” kata seorang lainnya di Twitter.

Body positivity merupakan hal yang sangat diyakini oleh sutradara Hillary Bradfield., katanya dalam sebuah wawancara yang ditampilkan di awal film pendek. Pembuatan film menggunakan sudut pandang seorang penari, jelasnya, terasa natural.

Hillary Bradfield mengatakan bahwa ia berharap pemirsa dapat merasa lebih positif tentang diri mereka sendiri dan merasa lebih baik dengan bagian-bagian sulit dari perjalanan mereka.

“Terkadang kamu pergi ke tempat yang gelap untuk sampai ke tempat yang baik. Dan itu hanya membuat tempat yang bagus menjadi lebih indah,” ungkap Hillary.

Animasi Disney telah membuat beberapa langkah dalam beberapa tahun belakangan ini untuk meningkatkan keragaman karakternya dalam film animasinya. Awal tahun ini, ‘Baymax’, spin-off dari: Big Hero 6’ menampilkan karakter transgender.

Penggambaran baru ini kontras dengan film animasi ‘Wall-E’ yang rilis pada tahun 2008, yang secara negatif menggambarkan obesitas pada manusia sebagai sinonim dengan perusakan lingkungan. Penggambaran yang telah mendapatkan banyak kritik dari pada kritikus dan juga penonton. 

Jadi semakin tertarik dengan animasi? Mau belajar animasi? IDS | International Design School menyediakan Sekolah Animasi untuk kamu yang ingin memperdalam passion kamu. Kamu juga bisa dapat gelar bachelor dari Universitas Ternama di luar negeri, lho!