Blog

BAGIKAN

SEPUTAR LIGHTING DI DUNIA FOTOGRAFI

lighting

Kita sering gunakan fitur shutter speed dan aperture untuk mengontrol cahaya. Tapi itu hanya sebagian caranya, bagian terpentingnya adalah lighting atau cahaya itu sendiri. Sumber cahaya bisa dari matahari, flash kamera, atau dari lampu. Cahaya dan rona pencahayaan akan sangat berdampak pada penampilan foto kamu.

Dalam sebuah foto, cahaya akan jatuh di bagian tertentu, ada bagian yang terkena cahaya (highlight), dan ada bayangan (shadows). Antara kedua bagian tersebut terdapat contrast, yang bisa membuat foto lebih menarik, tapi bisa juga menjadi masalah. Misalnya, jika kamu ingin memotret foto portrait, kamu tidak ingin wajah subjek tertutupi cahaya atau terlalu terang. Kamu pasti ingin foto yang subjeknya benar-benar jelas, tidak terlalu bercahaya dan tidak tertutup bayangan.

White Balance

Kamera menangkap warna berdasarkan jumlah cahaya. White balance ini bisa menyesuaikan keseimbangan warna RGB (red, green, dan blue) dengan warna hitam dan putih. Kamu bisa juga menambahkan bayangan gelap pada foto jika ingin foto yang bernuansa dramatis. 

Foto di luar ruangan

Sumber cahaya utama kalau kamu memotret di luar ruangan adalah cayaha matahari. Cahaya bergantung pada cuaca dan pukul berapa kamu memotret. Matahari punya banyak variasi cahaya. Kamu bisa sesuaikan dengan waktu atau musim untuk dapatkan hasil terbaik.

  • Waktu saat High Contrast

Saat cuaca sangat cerah, jika kamu menempatkan sinar di belakang subjek, hasil foto bisa terlalu gelap. Karena kontrasnya terlalu gelap untuk ditangkap kameramu. Jika ini terjadi, coba temukan angle yang tepat hingga hasil fotonya baik dan tidak terlalu terang atau terlalu gelap. Ada juga fotografer yang menggunakan flash saat cuaca cerah untuk mengurangi bayangan. Ini sering dikenal dengan fill flash, karena flash ini mengisi bayangan-bayangan dengan cahaya tambahan dari flash itu. Kamu bisa gunakan trik ini kalau ada masalah bayangan, selain kondisi itu, justru bisa membuat foto lebih buruk.

  • Golden Hour

Menurut para fotografer, foto terbaik diambil saat matahari terbit atau tenggelam, yang biasa dikenal dengan golden hour. Karena saat itu bayangan terlihat lebih halus, hingga menambah kontras, tapi membuat foto terlihat nyaman dilihat. Cahaya saat golden hour juga membuat foto terlihat hangat.

  • Tengah hari

Saat tengah hari, hasil foto bisa menjadi bayangan gelap atau sangat terang, memberikan tampilan yang tajam. Kalau kamu memotret banyak orang, biasanya bagian mata hanya akan terlihat bayangan. Ini bisa dibantu dengan menggunakan flash, tapi juga tidak terlalu membantu jika subjek terlalu jauh. Kamu bisa juga meminta subjek untuk menghadap ke arah berbeda untuk mengurangi bayangannya.

  • Cuaca mendung dan berawan

Cahaya paling ramah adalah ketika matahari tertutup awan. Karena sinar nya sangat halus, kamera bisa menangkap setiap detail yang biasanya tertutup bayangan. Ini juga momen yang tepat untuk memotret bunga atau objek berwarna lainnya. Hasil foto akan sangat detail tanpa bayangan gelap atau bagian yang terlalu bercahaya.

  • Foto dalam ruangan

Sumber cahaya untuk foto dalam ruangan bisa berupa lampu, cahaya matahari dari jendela, dan flash kamera. Kamu bisa menentukan cahaya mana yang digunakan untuk mengatur pencahayaan. Semakin banyak cahaya, maka semakin baik hasil fotonya. Tapi jangan lupa untuk memperhatikan kualitas cahayanya, karena biasanya ada cahaya yang lebih bersinar daripada yang lainnya.

lighting

Flash kamera

Jangan terus menggunakan flash untuk semua fotografi dalam ruangan. Karena foto yang diambil dengan flash kamera biasanya terlalu kasar dan kurang elok. Hasil foto akan lebih baik kalau kamu punya pencahayaan yang lain. 

Tips pencahayaan dalam ruangan

Di studio fotografi profesional, biasanya terdapat pencahayaan primer (dikenal dengan key light), yang berada di serong depan subjek. Ada juga cahaya kedua dikenal dengan fill light, yang ditempatkan di sisi lain untuk mengurangi bayangan. Tapi set up pencahayaan seperti ini tidak murah, bisa mencapai jutaan rupiah biayanya.

Tapi walaupun nggak ada set up pencahayaan selengkap itu, kamu tetap bisa mengatur cahaya foto kamu agar tetap terlihat baik pencahayaannya dengan tips-tips berikut ini

  • Hindari ada cahaya yang terang di belakang subjek

Karena bisa membuat subjek terlalu gelap, yang sering kita kenal dengan sebutan backlight. Coba pindahkan subjek atau kamera hingga cahaya mengenai subjek dari sisi 45%.

  • Coba matikan lampu langit-langit dan gunakan dua atau satu lampu sebagai sumber cahaya. Jika kamu punya dua lampu, letakkan satu persatu di setiap sisi sebagai key light dan fill light. Jangan lupa kalau kamu juga bisa mengatur shutter speed dan aperture, jadi fotonya tidak akan terlalu gelap
  • Gunakan tripod untuk mengurangi foto blur
  • Gunakan mode indoor, karena pada mode ini sudah diatur untuk situasi kurang cahaya
  • Jika kamu gunakan flash, usahakan subjek tidak dekat dengan tembok
  • Lakukan percobaan beberapa kali untuk memastikan hasil foto mendapatkan pencahayaan terbaik.

Pencahayaan atau lighting mungkin terdengar simpel, tapi jika pencahayaan tidak tepat, hasil foto tidak akan maksimal. Bisa terlalu gelap bayangannya atau justru terlalu terang. Foto yang baik dihasilkan dari pencahayaan yang tepat.

Nah itu dia pembahasan artikel seputar lighting di dunia fotografi. Jika kamu ingin mempelajari tentang dunia fotografi secara mendalam kamu dapat bergabung bersama kami di IDS | International Design School dengan program college Digital Film and Media Production. Kami tunggu untuk bergabung ya, see you there!

Sumber: edu.gcfglobal.org