Blog

BAGIKAN

Fotografi Light Trail: Pengertian dan Bagaimana Cara Memotretnya?

Fotografi Light Trail

Apakah kamu pernah melihat sebuah foto yang menampilkan kilat lampu kendaraan yang mengekor panjang mengikuti bentuk jalan? Foto tersebut dikenal dengan foto light trails atau jejak cahaya.

Fotografi light trail merupakan sebuah cara atau teknik fotografi atau pemotretan dengan kecepatan rana (shutter speed) yang lambat pada cahaya yang bergerak, seringkali dari kendaraan.

Tidak ada cahaya yang meninggalkan jejak cahaya yang sama persis. Inilah yang menjadikan fotografi light trail menyenangkan sebagai eksperimen serta menghasilkan hasil foto yang unik.

Fotografi Light trail

Fotografi light trail atau fotografi jejak cahaya merupakan jenis fotografi yang berfokus untuk membuat eksposur panjang yang menyoroti pergerakan cahaya yang muncul.

Dalam fotografi light trail, biasanya rana kamera akan terbuka dalam jangka waktu yang cukup lama, untuk mendapatkan lebih banyak cahaya. Dengan begitu memungkinkan fotografer menangkap cahaya yang bergerak ke arah tertentu.

Tujuan dari fotografi light trail adalah untuk menangkap sesuatu yang bergerak dan meningkatkan jejak pada gambar. Ini merupakan salah satu cara untuk menciptakan seni dari lampu yang sedang bergerak.

Biasanya, fotografi light trail diterapkan pada lampu belakang mobil, lampu depan, lampu jalan, dan lain sebagainya. Atau bisa juga dengan menggerakkan senter untuk membuat garis udara, yang juga dikenal dengan sebutan light painting atau lukisan cahaya.

Prinsip Dasar Fotografi Light Trail

Fotografi light trails memiliki 3 prinsip dasar yang perlu untuk diperhatikan fotografer. Ketiga prinsip dasar fotografi light trails ini adalah, sebagai berikut:

  1. Harus atur manual kecepatan rana atau shutter speed ke level terendah dari kamera yang digunakan.
  2. Setelah itu, cahaya akan ditangkap oleh sensor dalam periode waktu tertentu yang periodenya sangat lama.
  3. Jika objek fotonya adalah kendaraan, maka kamera akan melacak setiap lampu yang terlihat sehingga tampak bergerak bergaris melintasi foto dan buka titik tetap yang berasal dari lampu depan atau belakang mobil

Fotografi Light Trail

Alat Fotografi Light Trail

  1. Kamera

Kamera yang digunakan untuk mendapatkan foto light trails biasanya adalah kamera DSLR atau Mirrorless atau kamera SLR digital yang mampu mengambil foto dalam mode manual.

Saat menggunakannya, kamu perlu memastikan settingan dasar, seperti ISO, aperture dan shutter speed dari kamera yang kamu pakai dapat digunakan.

  1. Lensa Wide-angle

Lensa yang disarankan dalam fotografi light trails adalah lensa khusus bertipe wide-angle atau lensa sudut lebar. Lensa ini memungkinkan kamu untuk mengambil lebih banyak cahaya atau foto dalam bingkai, sehingga komposisinya akan terlihat lebih padat.

  1. Tripod

Tripod menjadi alat penting dalam fotografi light trail karena tripod dapat menjaga hasil foto tetap stabil. Selain itu, tripod juga dapat membantu kamu untuk menjaga eksposure.

  1. Alat Opsional

Selain peralatan standar di atas, kamu juga bisa mempertimbangkan untuk menggunakan beberapa alat opsional lain. misalnya saja Filter ND untuk mengurangi intensitas cahaya yang ditangkap dari objek lain. Selain itu ada juga shutter remote untuk mengatur rana dari jarak jauh.

Cara Memotret Light Trails

Setelah mempersiapkan peralatan memotret, ini adalah cara yang dapat kamu ikuti untuk mendapatkan foto light trails, diantaranya adalah:

  1. Tentukan waktu dan tempat yang tepat

Waktu yang tepat untuk mendapatkan foto light trails biasanya adalah pada malam hari di ruas jalan utama yang banyak dilalui kendaraan.

Tempat yang dapat kamu pertimbangkan untuk mengambil foto  light trails adalah rooftop untuk menjangkau keseluruhan area. Atau kamu juga bisa mencoba memotret dengan sudut rendah karena sudut rendah dapat menghasilkan lebih banyak pijar cahaya sehingga jejak cahayanya lebih bervariasi.

  1. Setting Kamera

Kamu perlu untuk merubah settingan kamera ke mode manual, setelah itu:

  • Pilih ISO yang paling rendah yang dimiliki kamera
  • Matikan fitur auto ISO sehingga kamera tidak mengubah aturan ISO yang telah kamu tentukan
  • Pilih nilai aperture besar atau bukan aperture kecil, misalnya f/8 atau f/13.
  • Lambatkan shutter speed dengan memutar roda dial kamera ke kiri (tergantung pada tipe dan merek kamera), terus lambatkan shutter speed sambil memperhatikan jarum di lightmeter, usahakan agar mencapai titik 0 atau pas ditengah
  1. Mulai memotret

Setelah semua pengaturan kamera selesai. Kamu bisa mulai memotret. Kamu bisa berkreasi sesukamu dengan fotografi light trails. Jangan takut untuk mencoba, ya!

Masih penasaran dengan dunia fotografi dan ingin memperdalamnya? Ayo gabung Program College Digital Film and Media Production di IDS | International Design school.

Sumber: nofilmschool.com