Blog

BAGIKAN

Menelusuri Jejak Tiga Tokoh Revolusi CG dalam Dunia Animasi

tokoh revolusi CG

Masuk ke kuartal pertama tahun 2023, kita perlu mengenang tiga tokoh revolusi CG dalam dunia animasi yang memiliki peran penting dalam perkembangan CGI. Di saat banyak orang masih menganggap bahwa komputer hanya terkait dengan karakter seperti Dr. Strangelove atau penjahat dalam film James Bond, mereka berperan sebagai pelopor dalam membangun fondasi untuk perkembangan CGI di masa mendatang. Tiga tokoh revolusi CG ini telah diakui sebagai figur utama dalam dunia Animasi Komputer. Siapa sajakah?

1. Ken Knowlton (1931-2022) adalah seorang ilmuwan dan pionir dalam bidang komputer grafis. Dia pernah menjabat sebagai direktur departemen desain penelitian di Bell Labs. Ketertarikannya pada komputer dimulai saat dia belajar di Cornell University, dan kemudian dia bergabung dengan Bell Labs, di mana dia berfokus pada eksplorasi pembuatan suara dan gambar secara digital.

Ken Knowlton

Salah satu kontribusi utamanya adalah pengembangan program grafik komputer awal yang disebut BEFLIX (Bell Flicks). Program ini memungkinkan pembuatan gambar dengan merangkai titik, huruf, dan angka. Kecerahan dan jarak antara titik-titik ini mempengaruhi tampilan gambar akhir, mirip dengan titik-titik tinta pada kertas koran.

Pada tahun 1967, Ken Knowlton bersama dengan ilmuwan lain bernama Harmon menciptakan karya seni yang terkenal, yaitu “Harmon-Knowlton Nude,” yang terdiri dari ribuan simbol elektronik kecil yang membentuk gambar seorang wanita telanjang. Karya ini menjadi ikon masa depan seni digital.

Selain kontribusi teknisnya, Ken Knowlton juga memberikan nasihat dan bantuan kepada beberapa pembuat film eksperimental yang bekerja dengan Bell Labs. Mereka mencoba menggali batasan seni dan suara digital, dan beberapa di antaranya, seperti Mary Ellen Bute, Lillian Schwartz, dan Stan Vanderbeek, menerapkan konsep-konsep baru ini dalam karya-karya mereka.

2. Charles Csuri (1922-2022) adalah seorang pahlawan yang berjuang dalam Pertempuran Bulge selama Perang Dunia II dan juga seorang bintang sepak bola perguruan tinggi. Namun, ia juga dikenal sebagai seorang seniman abstrak-ekspresionis yang memiliki hubungan dengan seniman terkenal seperti Jackson Pollock dan Roy Lichtenstein. Sebuah fakta menarik adalah bahwa ia menjadi model untuk salah satu patung karya George Segal yang terkenal, yaitu “The Diner” pada tahun 1966, di mana ia digambarkan sebagai seorang pria di konter.

Charles Csuri

Pergulatannya dengan seni membawanya ke Ohio State University, di mana ia menjadi seorang profesor penuh di sekolah Seni Rupa. Namun, saat berada di sana, dia mulai berdialog dengan rekannya di sekolah Teknik tentang potensi penggunaan komputer dalam seni. Dia tertarik pada ide menggabungkan perangkat dan strategi komputer untuk menciptakan karya seni. Pada tahun 1968, Csuri menciptakan “Hummingbird,” yang merupakan salah satu film pertama yang menampilkan makhluk organik, bukan hanya bentuk abstrak atau geometris.

Pada masa itu, peralatan komputer sangat terbatas, dan Csuri menggunakan peralatan yang umumnya digunakan dalam desain mobil, seperti CADAM, untuk membuat karya-karyanya. Meskipun inovatif, banyak fakultas seni di universitas merasa terancam oleh perkembangan komputer dalam seni, sehingga Chuck Csuri akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya di Ohio State University dan mendirikan Advanced Computing Center for the Arts and Design (ACCAD). Di ACCAD, ia melatih beberapa murid berbakat, termasuk Wayne Carlson, Joan Stately, Tom DeFanti, dan Chris Wedge (yang terkenal dengan karyanya di “Ice Age” dan “Bunny”). Pada tahun 1980-an, Chuck Csuri juga menjadi kepala dari perusahaan CGI komersial, Cranston/Csuri.

3. Eugene Troubetzkoy (1931-2022) adalah seorang individu dengan latar belakang yang unik. Ia merupakan keturunan dari keluarga Rusia yang memiliki gelar Pangeran Troubetzkoy. Meskipun awalnya mengejar karir dalam fisika nuklir dengan belajar di Universitas Columbia dan Sorbonne, Troubetzkoy akhirnya memutuskan untuk beralih ke dunia seni dan teknologi.

Eugene Troubetzkoy

Keputusan ini dipicu oleh ketertarikannya pada eksplorasi fisika cahaya, yang membawanya untuk menciptakan simulasi perilaku partikel nuklir dalam bentuk film. Troubetzkoy mencatat perbedaan antara dua dunia ini, mengatakan, “Dalam fisika nuklir, Anda mengikuti neutron; dengan 3D, Anda mengikuti cahaya.”

Troubetzkoy kemudian bergabung dengan perusahaan komputer MAGI/SynthaVision yang berbasis di New York, di mana dia bekerja sebagai direktur proyek lanjutan. Pada masa inilah MAGI/SynthaVision terlibat dalam menciptakan efek digital awal untuk film “TRON” karya Walt Disney pada tahun 1982. Namun, sayangnya, setelah kinerja awal yang kurang memuaskan dari film “TRON,” Disney menarik dukungan keuangan mereka, yang mengakibatkan penutupan MAGI.

Setelah itu, Eugene Troubetzkoy bersama dengan beberapa rekan dari MAGI, termasuk Chris Wedge, Michael Ferraro, Alison Brown, David Brown, dan Carl Ludwig, bergabung untuk membentuk Blue Sky Studios. Di Blue Sky Studios, Troubetzkoy menciptakan program ray-tracing yang mengubah cara mereka menghasilkan efek visual dalam film-film seperti film pendek yang memenangkan Oscar, “Bunny,” dan kemudian sukses besar dengan “Ice Age.”

Pengabdian dan inovasinya bersama Ludwig dan Maurice van Swaaij di Blue Sky Studios akhirnya diakui dengan Penghargaan Sains dan Teknologi dari Akademi. Tiga tokoh revolusi CG ini, dengan latar belakang yang sangat berbeda, telah berperan dalam menciptakan perubahan signifikan dalam dunia media dan digital, dan mereka pantas untuk dikenang sebagai pionir dalam bidang ini.

Apakah kamu tertarik untuk meraih karier di industri animasi? Bergabunglah dengan program Digital Animation & Games di IDS Education!

banner college

Mengapa IDS? Karena program ini mengajarkan kemampuan kreatif dan teknis dalam produksi animasi dan efek visual untuk film, televisi, dan industri game yang berkembang pesat. Mulai dari ide, cerita, desain karakter, hingga hasil karya berstandar internasional, kamu akan belajar semua tahap pembuatan animasi dan game. Menggunakan perangkat lunak industri Autodesk Maya & Unreal, kamu akan mendalami pelajaran. Program ini juga melibatkan teknik-teknik animasi, efek visual, dan desain game untuk menciptakan karya yang mengesankan.