Blog

BAGIKAN

Tips Berkarier Sebagai Desainer Grafis dan Ilustrator

Desainer grafis dan ilustrator

Desainer grafis dan ilustrator telah menjadi profesi yang sangat kompetitif. Salah satu alasannya adalah adanya kemajuan teknologi. Hadirnya sosial media membuat kebutuhan serta permintaan kerja terhadap kedua profesi ini semakin meningkat.

Desainer grafis dan ilustrator umumnya bekerja membuat karya visual yang dapat menyampaikan atau mengkomunikasikan sebuah pesan kepada audiens untuk kepentingan perusahaan, baik dalam hal branding, marketing, dan lain sebagainya.

Bagi sebagian orang, desainer grafis dan ilustrator merupakan pekerjaan yang sama, keduanya membutuhkan kemampuan yang sama serta output yang dihasilkan sama-sama berupa visual. Namun terdapat perbedaan di antara kedua pekerjaan tersebut.

Kamu dapat menganalogikan ilustrator sebagai penjual kain dan desainer grafis adalah penjahitnya.

Ilustrator membuat dari nol dan fokus pada keindahan makna yang terkandung lewat warna, tekstur, dan bentuk gambar. Sedangkan desainer menambahkan, merancang, menata, memadupadankan, dan menjahit semua elemen tersebut menjadi sesuatu harmonis dan fungsional secara visual.

Desainer grafis dan ilustrator memiliki tujuan yang sama, yakni menyampaikan pesan yang mudah dipahami lewat karya visual, namun dengan cara yang berbeda.

Baik desainer dan ilustrator memiliki kemiripan dalam hal karir di sebuah perusahaan. Dalam webinar berjudul ‘Tips Sukses Berkarir Sebagai Desainer Grafis dan Ilustrator’, Evelyn Huang selaku Program Head Digital Designer & Illustrator IDS membagikan kiat-kiat menjadi desainer dan ilustrator dilihat dari jalur karirnya.

Apa Itu Desain atau Ilustrasi?

Evelyn Huang memulai pembahasannya dengan menjelaskan pengertian desain terlebh dahulu. Sebagaimana dikatakan oleh Evelyn, beberapa pengertian dipaparkannya dari desainer atau illustrator ahli.

Desain merupakan sesuatu yang akan membuat kita terkagum-kagum dan tak mudah dilupakan. Ini mengindikasikan sebuah desain yang bagus adalah desain yang tak lekang oleh zaman, akan tetap dan selalu mempesona.

Sebagaimana musik, desain juga bisa menenangkan, memiliki harmoni, dan memiliki ritme. Mereka dapat membuat hal kecil menjadi besar dan hal besar menjadi kecil dengan tujuan untuk menarik perhatian.

Desain selalu bekerja dalam makna kultural atau budaya setempat. Oleh karena itu, terkadang suatu desain dapat bekerja efektif dalam suatu wilayah, namun belum tentu efektif jika diterapkan di wilayah dengan kebudayaan yang berbeda.

Oleh karena hal tersebut, penting bagi seorang desainer atau ilustrator untuk memahami target audiens yang ingin disasarnya sebelum mulai membuat desain untuk suatu proyek.

Desainer grafis dan ilustrator

Apa Saja Jalur Karir Untuk Desainer Grafis dan Ilustrator?

Desainer grafis dan Ilustrator memiliki 3 opsi jalur karir untuk kamu coba jika kamu berminat mencoba menjadi salah satu di antara mereka.

  1.       Desainer/ilustrator in-house
  2.       Desainer/ilustrator agency
  3.       Desainer/ilustrator freelancer

Pertama, adalah desainer/ilustrator in-house. Opsi jalur karir in-house adalah profesi yang menggarap proyek desain/ilustrasi khusus untuk satu perusahaan. Tugas sebagai desainer/ilustrator in-house tidak sebanyak tugas desainer/ilustrator agensi.

Desainer/ilustrator in-house umumnya mendapatkan penghasilan yang lumayan besar. Selain itu jam kerjanya juga lebih santai, mengikuti jam kerja kantor (office hour) yang telah ditetapkan.

Namun meski berpenghasilan besar dan memiliki jam kerja yang lebih santai, desainer/ilustrator in house cenderung memiliki keterbatasan dalam menuangkan kreativitasnya. Ini disebabkan karena perusahaan telah memiliki gaya, standar, atau guideline sendiri yang harus diikuti oleh desainer/ilustrator.

Opsi kedua, adalah bekerja sebagai desainer grafis atau ilustrator di sebuah agensi. Umumnya agensi merupakan sebuah perusahaan yang biasanya menyediakan layanan kreatif, seperti desain, iklan media, web atau internet, hingga public relations.

Desainer atau ilustrator agensi akan mengerjakan proyek dari klien-klien yang berbeda-beda. Selain menghadapi berbagai klien dari berbagai brand, desainer grafis atau ilustrator agensi akan dihadapkan pada deadline yang cukup padat.

Meski demikian, desainer grafis atau ilustrator agensi akan memiliki variasi proyek desain. Evelyn menyampaikan bahwa opsi kedua ini cocok bagi kamu yang menyukai hal-hal baru, seperti belajar hal baru ataupun berkenalan dengan orang-orang baru.

Opsi ketiga, adalah desainer grafis atau ilustrator freelance. Sama seperti desainer/ilustrator agensi, desainer atau ilustrator freelance dapat terekspos ke dalam banyak proyek, namun sebagaimana namanya, freelance bisa lebih bebas dan tidak terikat pada waktu.

Meski freelancer dapat mengerjakan proyek sambil jalan di manapun, namun freelancer dapat dihadapkan dengan penghasilannya yang tidak tetap, tergantung pada proyek-proyek yang dikerjakannya.

Proyek yang dikerjakan freelancer biasanya tidak besar, inilah yang membedakan pekerjaan desainer grafis atau ilustrator freelance dengan desainer grafis atau ilustrator agensi. Namun tidak dapat dipungkiri pula bahwa freelancer bisa mendapatkan proyek besar (yang bernilai miliaran, misalnya).

Namun, desainer grafis atau ilustrator freelance perlu menguasai keahlian lain, yakni marketing untuk mempromosikan dirinya serta jasanya. Mereka harus membuat portofolio menarik melalui website maupun sosial media.

Perlukah Melalui Jalur Akademik Bagi Desainer Grafis atau Ilustrator?

Menurut Evelyn Huang, kemampuan desain dan ilustrasi dapat dipelajari secara otodidak dengan membaca buku, menonton video tutorial, maupun lewat pelatihan yang tersedia secara online.

Namun pendidikan formal dapat mengembangkan kemampuan individu. Pendidikan formal membuat kamu memiliki mentor sebagai teman diskusi yang dapat memberikan masukan terhadap setiap proyek yang tengah atau telah kamu kerjakan sehingga karya kamu akan semakin tajam.

IDS | International Design School memiliki Program College Digital Desain & Illustrator yang akan membantu kamu mewujudkan impian kamu menjadi seorang desainer grafis atau illustrator.

Dengan Program College selama 20 bulan, merupakan program fast track untuk kamu lulusan yang ingin langsung terjun langsung ke dalam industri kreatif ini. Kamu juga dapat lanjut ke dalam program International Degree (International Pathway) untuk mendapatkan gelar bachelor dari universitas di Australia.