Blog

BAGIKAN

Tips untuk Menghindari Kesalahan Pemula dalam Bisnis Desain Grafis

Bisnis Desain GrafisDesainer grafis adalah orang yang menyediakan layanan terkait desain kreatif cetak dan digital yang bisa digunakan untuk berbagai jenis media. Mereka bertanggung jawab untuk menciptakan produk visual, baik itu produk fisik maupun digital, seperti kamu, logo, iklan, tampilan, dan lain-lain. Selain itu, bisnis desain grafis juga memanfaatkan teknologi untuk menciptakan elemen digital untuk situs web dan ruang online.

Hal ini meliputi desain tata letak web, tipografi, ilustrasi digital dan banyak lagi. Dalam banyak skenario, para profesional desain grafis memiliki latar belakang seni atau mereka bekerja sama dengan direktur seni dan pengembang web untuk menghasilkan produk yang tepat untuk proyek tertentu.

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Memulai Bisnis Desain Grafis

Meskipun banyak profesional memulai bisnis desain grafis dengan niat yang baik, namun kesalahan tetap bisa terjadi. Sangat mudah untuk terjebak dalam detail kecil ketika tekanan untuk sukses besar semakin meningkat.

Namun, ada beberapa kesalahan besar yang harus selalu dihindari saat memasarkan bisnis dan layanan. Menghindari kesalahan-kesalahan tersebut bisa membantu menyelamatkan reputasi perusahaan, anggaran, dan bahkan ketenangan pikiran.

  1. Menyelesaikan Pekerjaan Tanpa Perjanjian Formal

Saat mulai bekerja dengan klien pertama, sangat penting untuk memiliki sistem perjanjian kontrak. Kontrak ini harus menjadi dokumen hukum yang mengikat yang menjelaskan ketentuan pekerjaan dan peran klien dalam proses peninjauan.

Kontrak membantu memperkuat kebijakan penting seperti:

  1. Berapa banyak proyek yang akan diberikan ke klien setelah selesai.
  2. Bagaimana proses peninjauan, termasuk jumlah pengeditan dan revisi yang tersedia.
  3. Jam kerja dan protokol komunikasi yang harus diikuti.
  4. Standar desain yang tidak dapat dinegosiasikan.
  5. Harapan dan keinginan klien, seperti font atau gambar tertentu yang diinginkan.
  6. Kebijakan hak cipta dan merek dagang, serta informasi hukum penting lainnya.
  7. Proses resmi untuk menyelesaikan perselisihan dan pembayaran yang terlambat.

Kontrak membantu memastikan bahwa kedua belah pihak sepakat sebelum proyek dimulai. Selain itu, kontrak juga memastikan bahwa desainer dan profesional kreatif lainnya tidak terjebak dalam situasi di mana mereka harus menyelesaikan pekerjaan secara gratis karena tuntutan dan pendapat klien.

Bisnis Desain Grafis

  1. Bekerja Melawan Gaya atau Standar

Kadang-kadang, ide untuk memperluas batas kreativitas dan layanan yang ditawarkan oleh bisnis desain grafis bisa menjadi ide yang baik. Ini bisa membuka peluang baru dan membantu membangun portofolio karya inovatif yang mengesankan saat memulai sebuah perusahaan desain grafis.

Namun, desainer yang baik selalu otentik dan jujur ​​dalam proses dan gaya desain mereka. Jika ada sesuatu yang berada di luar pengetahuan atau keahlian, pastikan untuk mengatakannya. Kemungkinannya, Anda akan menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik jika yakin bahwa kebutuhan proyek selaras dengan gaya, keterampilan, dan bahkan nilai-nilai.

Tidak hanya itu, penting untuk diketahui bahwa tidak harus menyetujui setiap proyek saat memulai perusahaan desain grafis. Meskipun mungkin menakutkan untuk menolak bisnis yang baik, terdapat situasi tertentu di mana Anda tidak dapat menyelesaikan tugas dengan integritas atau ketepatan yang diinginkan. Dalam situasi ini, tidak apa-apa untuk mengevaluasi dengan hati-hati apa yang diminta klien dan memutuskan apakah Anda yang paling cocok untuk tugas tersebut.

  1. Lupa Membangun Kehadiran Online

Desain grafis melibatkan banyak pekerjaan yang membutuhkan fokus, akurasi, dan perhatian pada detail. Namun, saat beralih dari menjadi desainer grafis menjadi pemilik bisnis penuh, Kamu harus memiliki kapasitas mental untuk memenuhi persyaratan lainnya.

Salah satu tugas tersebut adalah menciptakan kehadiran online untuk merek atau bisnis baru. Entah itu melalui platform media sosial tertentu atau merancang situs web yang ramah pengguna, penting bagi calon klien untuk mengetahui cara menemukan dan mempelajari lebih lanjut tentang layanan yang ditawarkan.

Meskipun referensi dari mulut ke mulut sangat kuat, jangan lupa bahwa konsumen modern secara teratur melakukan riset online. Tanpa beberapa jenis profil atau situs web, bisnis Kamu mungkin terlihat tidak profesional atau tidak dapat diakses dibandingkan dengan pesaing.

Tidak menetapkan misi atau pernyataan visi adalah kesalahan yang mudah dilakukan saat memulai bisnis desain grafis. Namun, memiliki pernyataan misi dapat membantu Kamu tetap berkomitmen pada tujuan Kamu dan fokus pada pekerjaan.

Manfaat mengembangkan pernyataan misi meliputi:

– Mendefinisikan “mengapa” di balik usaha bisnis

– Melihat dan menemukan kembali motivasi dan tujuan

– Berbagi apa yang Kamu hargai dengan pelanggan

– Memfokuskan kembali ketika segala sesuatunya menjadi sibuk, sulit atau menimbulkan stres

Dengan memiliki pernyataan misi atau visi, Kamu dapat memperkuat merek dan membangun basis pelanggan yang setia.

Mulailah Bisnis Desain Grafis dari Nol

Siapkah kamu mulai membangun perusahaan desainmu sendiri? Sudahkah kamu memahami hal administratif dan legal yang diperlukan? Bagaimana membangun networking? Seperti apa presentasi yang baik?

IDS kembali berkolaborasi dengan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) mengadakan Classroom “Starting Your Own Design Company” Batch 2. Di sini kamu akan belajar ilmu dan kiat-kiat memulai dan mengelola bisnis mulai dari teori sampai dengan studi kasus yang relevan langsung dari pelaku industrinya.

Tunggu apalagi, yuk segera daftarkan dirimu!

JOIN NOW!

Step by Step to Become a Product Designer