Dua Teknik dalam Membuat Plot Skenario - IDS | International Design School

Dua Teknik dalam Membuat Plot Skenario

Skenario adalah sebuah naskah cerita yang di dalamnya terdapat uraian adegan, tempat, keadaan, dan dialog yang berurutan. Skenario bukan hanya digunakan dalam film, melainkan juga untuk program televisi. Sedangkan orang yang membuat skenario disebut scriptwritter.

Dalam membuat skenario, ada beberapa yang harus diperhatikan. Salah satunya dalam membuat plot. Kamu harus dapat menjelaskan transformasi yang dialami oleh setiap karakter dalam skenarionya.

Dikutip dari Tempo.com, Joko Anwar menjelaskan mengenai cara-cara membuat plot dalam skenario. Apa saja? Berikut penjelasannya.

 

Ada beberapa prinsip, yaitu Three Acts dan 8 Sequences.

 

3-act
1. Three Acts

“Three Act Story Structure” adalah prinsip lama yang dianut secara luas dalam teknik storytelling. Istilah ini dapat ditemukan dalam drama, puisi, novel, buku komik, cerita pendek, video game, dan film. Contohnya, hadir dalam novel-novel karya Conan Doyle, drama Shakespeare, dongeng Aesop, puisi Aristoteles, dan film-film Hitchcock.

Meskipun cukup sederhana, “Three Act Story Structure”  telah terbukti menjadi senjata berharga dalam penulisan skenario. Memang, masih ada teknik lain yang digunakan, tetapi “Three Act Story Structure”  adalah metode yang sangat diterima dan sukses.
“Three Act Story Structure” terbagi menjadi 3 bagian, yaitu babak pengenalan karakter, development, dan resolusi.

 

Act I: Babak Pengenalan Karakter (Setup)


Tahap pertama adalah semua karakter utama dari cerita diperkenalkan, tempat mereka tinggal, dan konflik yang akan menggerakan cerita ke depan.

 

Act II: Development

Di tahap ini, adalah bagian paling lama dan panjang yang terjadi antara babak pertama dan ketiga. Untuk beberapa penulis skenario, Act II adalah yang paling sulit untuk diperas. Pada titik ini, penulis telah menciptakan bingkai yang kokoh untuk narasinya. Penulis menghadapi tantangan untuk menjaga cerita terus berlanjut dan tidak membosankan para penonton. Satu hal agar cerita tidak membosankan adalah menciptakan subplot. Subplot adalah sebuah cerita kecil dari narasi utama. Memang, tidak selalu terhubung ke alur utama, tetapi masih relevan dalam keseluruhan narasi dan sering dikaitkan dengan tema sentral.

 

Act III: Resolution

Tahap terakhir, Act III Resolution menyajikan konfrontasi akhir dari film dan kesimpulan. Tahap ini,  juga dapat memberikan informasi tambahan untuk karakter yang lebih rumit. Di Titanic (1997), setelah mengungkapkan apa yang terjadi pada Heart of the Ocean, kita diajak melihat ke kamar tidur Rose dengan gerakan kamera yang menunjukkan foto-foto petualangan yang diakukan ketika muda.

 

2. Delapan Sequences

2

Delapan sequences sering diterapkan pada film-film Hollywood. Perbedaanya dengan Three Acts adalah, terdapat 2 pembagian di babak pengenalan (setup), 4 pembagian di bagian development, dan 2 pembagian lagi di babak resolusi. Berikut penjelasannya.

 

ACT I

SEQUENCE ONE

Menetapkan karakter sentral dan kehidupannya. Biasanya berakhir dengan POINT OF ATTACK atau INCITING INCIDENT, tetapi titik plot ini kadang-kadang dapat muncul lebih awal di menit pertama film. Terapkan 5W1H, dan tujuan capture untuk pengenalan karakter tokoh dan membuat penonton penasaran.

 

SEQUENCE TWO

Masih INCITING INCIDENT, membentuk kesulitan yang akan menjadi pusat dari cerita.

 

ACT II
SEQUENCE THREE

Tahap ini adalah meningkatkan incident. Kendala pertama yang dihadapi karakter sentral. Kendala yang membuat situasi karakter terkunci, tidak ada pilihan.

 

SEQUENCE FOUR

First culmination (puncak pertama)/midpoint. Kendala yang lebih tinggi, prinsipnya rising action dan dibangun untuk puncak yang di awal/pertama.

 

SEQUENCE FIVE

Tahap ini diperkenalkan karakter baru yang menambah jalannya cerita.

 

SEQUENCE SIX

Main Culmination/End of Act Two. Membangun puncak utama – kembali ke alur cerita utama.

 

ACT III
SEQUENCE SEVEN

New tension (ketegangan baru) dan twist. Ketegangan berkurang dan menjadi sederhana. Twist dapat mengakhiri bagian ini atau muncul di awal babak 8.

 

SEQUENCE EIGHT

Masalah terselesaikan. Cerita film kita pun berakhir.

 

Nah, itu dia beberapa teknik yang biasa digunakan untuk membuat plot dalam skenario film. Bagaimana? Buat kalian yang sedang membuat skenario, cobalah dengan cara-cara di atas.

Kamu yang suka dengan dunia film dan mau menjadi seorang filmmaker, yuk belajar di IDS. Kuliah singkat selama 20 bulan bersama dengan para dosen profesional di bidangnya. Selengkapnya cek di sini.

 

Source:

1 2

 

Source pictures:

1 2

Posted in: Articles

Comments (No Responses )

No comments yet.

DAFTAR SEKARANG